Sumenep - Seorang laki-laki ditemukan tewas bersimbah darah di Dusun Tambak, Desa Batubelah Barat, Kecamatan Dasuk, Sumenep, Madura. Laki-laki tersebut diduga sebagai korban pembunuhan.
Informasi yang dihimpun detikcom, korban merupakan seorang PNS di Sumenep, bernama Zainal Abidin (55). Penemuan mayat Zainal terjadi pada Sabtu (5/6/2021). SAKONG
"Sekira pukul 19.30 WIB telah terjadi tindak pidana penemuan mayat yang diduga korban pembunuhan korban atas nama Zainal Abidin," kata Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti saat dikonfirmasi detikcom di Surabaya, Senin (7/6/2021).
Baca juga:
Petani di Sumenep Tega Dibunuh Gegara Dituduh Punya Ilmu Santet
Awalnya, saksi yang merupakan mantan Kades Batubelah Timur, Zainal (50) mengaku ada warga yang menghubunginya atas temuan tersebut.
"Mendengar informasi tersebut, kemudian saksi langsung mendatangi tempat kejadian. Saksi melihat korban dalam keadaan meninggal dunia di pinggir jalan dengan posisi telungkup dan bersimbah darah di bagian kepala," imbuh Widiarti.
Widiarti menyebut terdapat luka pada tubuh korban yakni luka lebam diduga akibat benda tumpul di punggung bagian belakang dan punggung sebelah kanan. Lalu, ada luka robek diduga akibat benda tajam di kepala bagian belakang dan kepala bagian atas.
Baca juga:
Pria di Sumenep Tewas Dibacok Celurit
Sementara itu, saksi juga melihat sepeda motor milik korban dalam keadaan roboh di tengah jalan yang tak jauh dari posisi korban ditemukan. Lalu, saksi langsung melaporkan hal ini ke Polsek Dasuk.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman atas kasus dugaan pembunuhan ini. Sementara pelaku masih belum ditemukan. CEME ONLINE
BERITA TERKINI
Jakarta - Seorang perempuan ditemukan tewas di dalam kontrakannya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa serta kepala ditutup seprai dan bantal.
Penemuan mayat perempuan tersebut dikonfirmasi oleh Kapolsek Cengkareng Kompol Egman.
"Iya benar telah ditemukan mayat perempuan," ujar Kapolsek Cengkareng Kompol Egman dalam keterangan tertulis, Minggu (6/6/2021). CEME ONLINE
Baca juga:
Detik-detik Pelaku Mutilasi Kepala Wanita Gegara Ditagih Tip Kencan
Mayat perempuan itu ditemukan pada Minggu (6/6) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban teridentifikasi berinisial RM (30).
Sebelum korban ditemukan, saksi yang juga suami korban berusaha menghubungi via WhatsApp. Namun, karena korban tidak kunjung membalas, saksi kemudian mengunjungi rumah kontrakannya.
"Kejadian saat saksi 1 (suami korban) melakukan WA ke istrinya yang saat ini keduanya pisah ranjang, namun hasil WA saksi selalu checklist selanjutnya saksi bertandang ke kontrakan korban," jelas Egman.
Egman menyebut mayat ditemukan dalam posisi telentang. Kemudian, terdapat beberapa luka memar di bawah mata kiri.
Baca juga:
5 Fakta Baru Terungkap di Kasus Pembunuhan Wanita di Menteng
Selanjutnya, saksi mengunjungi kontrakan korban dan memeriksa kontrakan tersebut. Saat diperiksa, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi kepala tertutup oleh seprai dan bantal.
"Setibanya di kontrakan, ternyata korban sudah tidak bernyawa dengan posisi telentang, kepala ditutup seprai di atasnya bantal. Selanjutnya saksi penasaran dan setelah dibuka ternyata korban meninggal dunia," jelas Egman.
Penemuan mayat itu kemudian dilaporkan ke Polsek Cengkareng. Polisi kemudian datang dan melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
Saat ini, kasus penemuan mayat tersebut diteruskan dan ditangani oleh Polres Metro Jakarta Barat untuk penyelidikan lebih lanjut. POKER
BERITA TERKINI
Jakarta - Pembunuhan perempuan inisial IW (31) di hotel di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, terekam kamera CCTV. Polisi kini tengah mengejar pelaku.
"Pelaku saat ini masih dalam pengejaran," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Teuku Arsya Khadafi saat dihubungi detikcom, Jumat (28/5/2021).
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengumpulkan sejumlah rekaman CCTV di hotel untuk melacak jejak korban.
Baca juga:
Wanita Tewas dalam Hotel di Menteng Diduga Dibunuh Teman Kencan
Dari rekaman CCTV yang diperoleh detikcom, pelaku masuk ke hotel di Jl Johar, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (26/5/2021) SAKONG
sekitar pukul 13.37 WIB. Sebelum masuk ke kamar korban, pelaku sempat ke toilet di lobby hotel.
Setelah itu pelaku masuk ke kamar korban dengan menggunakan lift. Pelaku masuk ke kamar korban pada pukul 13.52 WIB.
Ciri-ciri Pelaku
Sekitar pukul 14.37 WIB, pelaku keluar dari kamar dan meninggalkan hotel. Dalam rekaman CCTV pelaku terlihat menggunakan jaket dan celana selutut dan membawa tas selempang.
Korban pertama kali ditemukan tewas oleh sekuriti dan saksi yang juga teman korban. Korban ditemukan tewas dalam posisi telanjang dan kepala ditutupi 3 bantal.
Baca juga:
Kronologi Penemuan Mayat Perempuan Bugil di Menteng
Polisi mengatakan korban diduga tewas dibunuh oleh teman kencan. Sebelumnya, korban sudah mem-booking kamar tersebut untuk 3 hari.
"Diduga pelaku salah satu kenalannya melalui aplikasi medsos," imbuhnya.
Polisi menyita sejumlah barang bukti terkait penemuan mayat tersebut. Di antaranya ada kondom dan pakaian dalam korban.
DOMINO ONLINE
BERITA TERKINI

Kudus - Gadis remaja berusia 17 tahun di Kudus, Jawa Tengah yang ditemukan tewas dalam dapur ternyata dibunuh ayah kandungnya sendiri. Pelaku pembunuhan berinisial S itu mengaku nekat membunuh anaknya karena menolak diajak berhubungan badan.
"Sudah dua kali (berhubungan badan dengan korban), (karena) tidak pernah dikasih (istrinya) satu bulan. Wayah (waktu) puasa," ungkap S saat dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Kudus, Senin (24/5/2021).
S sempat mengajak korban berhubungan badan pagi harinya. Namun sepulang korban mengantar adiknya ke sekolah, S mengajak lagi namun ditolak. S mengaku emosi karena anaknya tidak mau diajak berhubungan badan lagi.
"Terdorong emosi. Tidak tahan emosi. Saya salah sekali, khilaf saya. Nyesel sekali. Pukul pakai bata saat (korban) memberontak," ungkapnya.
Baca juga:
Motif Keji Ayah Habisi Anak Gadisnya Sendiri di Kudus: Menolak Digauli
Diwawancara terpisah, Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan tersangka awalnya tidak mengakui perbuatannya. Namun dari fakta dan bukti tes DNA, tersangka pembunuhan ini mengarah ke ayah korban.
"Pertama tidak mengakui, tapi kita tidak mengejar pengakuan kita selidiki fakta, tes DNA setelah terbukti mengarah ke bersangkutan kita interogasi akhirnya tersangka mengakui," ungkapnya.
Pelaku Coba Hapus Jejak Pembunuhan
Dia juga berusaha menghapus jejak kejahatannya dengan membuat seolah putrinya itu tewas bunuh diri. Setelah itu, tersangka tetap berangkat bekerja.
Baca juga:
Pakar UGM: Makin Jelas! PDIP Tak Akan Jagokan Ganjar di Pilpres 2024
"Tersangka kemudian melaksanakan kerja. Seolah-olah tidak berada di lokasi. Kerjanya buruh," sambung Aditya.
Diberitakan sebelumnya mayat korban ditemukan dalam dapur rumahnya dalam posisi terlentang. Mayat korban ditemukan oleh adik korban pada Rabu (5/5). Saat ditemukan ada luka sayatan di lengan korban.
Selain itu terdapat potongan tali di dekat jenazah korban yang belakangan diketahui merupakan upaya pelaku pembunuhan untuk menghapus jejak kejahatannya. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi yang terdiri keluarga dan tetangga korban.
BERITA TERKINI

Pekanbaru - Penemuan mayat perempuan di area perkebunan sawit membuat heboh masyarakat Kampar, Riau. Mayat perempuan bernama Elsa Carolin (32) itu diduga dibunuh.
Kasubag Humas Polres Kampar AKP Deni Yusra mengatakan mayat Carolin pertama kali ditemukan, Sabtu (22/5). Mayat saat itu ditemukan terbaring di kebun sawit.
Baca juga:
Pelajar di Riau Tewas Bersimbah Darah, Diduga Korban Begal
"Pukul 09.15 WIB ada warga melepas sapi dari kandang di Tapung. Mereka melihat korban posisinya sudah terbaring di kebun sawit," kata Deni kepada detikcom, Minggu (23/5/2021). CEME ONLINE
Deni mengungkapkan saat itu saksi Ahmad Rohman bersama anaknya sempat mengira korban sedang istirahat di kebun. Sebab, sepeda motor juga berada di lokasi.
"Saksi pikir orang istirahat, lagi kelelahan. Tidak lama mereka kembali dan melihat korban masih terbaring, lalu didekati oleh kedua saksi," katanya.
Kedua saksi kemudian curiga karena korban tidak kunjung bangun. Deni mengatakan saksi kemudian mendekat dan melihat korban sudah dikerumuni lalat.
"Korban tergeletak dan dengan kondisi sudah meninggal dunia. Sudah dikerumuni lalat. Kemudian saksi melaporkan kepada kepala desa," katanya.
Baca juga:
Mayat Wanita Tanpa Busana-Penuh Luka Ditemukan di Kebun Sawit Riau
Setelah dicek tim Polsek Tapung dan inafis Polres Kampar ditemukan tanda kekerasan terhadap korban. Selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi.
"Ditemukan ada tanda kekerasan. Terkait penyebab masih didalami oleh penyidik," ujar Deni. DOMINO
BERITA TERKINI
Pacitan - Truk tronton yang sarat muatan jatuh ke jurang 50 meter di jalur Ponorogo-Pacitan. Akibat kecelakaan itu, pengemudi tewas di tempat.
Sang pengemudi bernama Yoyok Supriyadi (36) warga Kudus, Jateng. Korban tewas dengan luka berat di kepala.
Informasi yang dihimpun detikcom, kecelakaan terjadi pukul 05.30 WIB. Kendaraan melaju dari arah Ponorogo menuju Pacitan. Saat melintasi jalan menurun di KM 40 ruas Dusun Dagen, Desa Gemaharjo, Kecamatan Tegalombo truk mendadak hilang kendali.
Baca juga:
Cerita 4 Orang Selamat dalam Tragedi Pikap Jatuh Terguling-guling ke Jurang
Tronton warna hijau bernomor polisi L 8859 UN sarat muatan itu menghantam tebing lalu jatuh ke jurang. Muatan berupa pupuk seberat 30 ton pun tumpah ruah di sekitar lokasi kejadian. Badan truk tampak terbalik di dasar jurang.
"Jenazah pengemudi sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas terdekat," terang Kasat Lantas Polres Pacitan, AKP Budi Setijono saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (19/5/2021). CEME ONLINE
Dikatakan oleh Budi, berdasarkan hasil olah TKP diketahui saat kejadian cuaca cerah. Demikian pula kondisi jalan beraspal mulus. Kecelakaan diduga terjadi karena gangguan pada rem yang menyebabkan truk hilang kendali.
Baca juga:
Peristiwa Pikap Jatuh Terguling-guling ke Jurang di Lumajang
"Diduga ada permasalahan di bagian rem," tambahnya.
Budi mengimbau pengguna jalan rutin mengecek kondisi kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan. Jika didapati ada gejala gangguan, disarankan berhenti dan memperbaikinya. Terlebih jika kendaraan membawa muatan berat.
"Seperti diketahui karakteristik medan Pacitan naik turun. Jadi harus ekstra hati-hati dan dipastikan kendaraan dalam keadaan fit," pungkasnya. BACCARAT
BERITA TERKINI
Cianjur - Rekaman video aksi sejumlah pria menodongkan pistol dan pisau kepada sopir travel di Cianjur, Jawa Barat, viral di media sosial. Sang koboi itu mengaku polisi.
Ulah pria koboi ini terjadi di kawasan Kecamatan Cijati, Cianjur. Dalam video berdurasi 2.48 menit yang tersebar di berbagai media sosial itu, terlihat seorang pelaku memarahi sejumlah sopir travel gelap.
Baca juga:
Pemotor Diduga Mabuk Aniaya Operator SPBU di Cimahi
Tiba-tiba pelaku yang mengenakan jaket salah satu organisasi masyarakat (ormas) itu mengeluarkan pisau dan memiting korban. Lalu, pada detik 40, pelaku menyebutkan bila rekannya merupakan polisi sambil menyuruh mengeluarkan pistol. Pria mengaku polisi itu menodongkan pistol ke wajah sopir travel lainnya.
Pelaku berbaju ormas tersebut meminta rekannya menembak dan melubangi kepala korban. "Sia apal teu saha eta? Bisi hayang nyaho polisi nu kieu teh lain nanaon. Buser kitu oge. Bolongan kagok pak huluna. (Kamu tahu siapa itu? Polisi kalau mau tau dia itu, bukan sembarangan. Lubangi tanggung pak kepalanya)," ujar pelaku dalam video tersebut sebagaimana dilihat detikcom, Rabu (19/5/2021). CEME ONLINE
Sekelompok pria ini mengaku sudah mengantongi izin untuk melakukan sweeping sopir travel gelap. "Jadi kikieuan teh geus ngantongi izin, jeung aparat didieu na oge. (Jadi beginian kita sudah mengantongi izin. Dengan aparat di sininya juga)," ujar pelaku.
Kapolres Cianjur AKBP Moch Rifai mengatakan pihaknya sudah menangkap salah satu pelaku yang ada di video tersebut. Pelaku lainnya, terutama yang membawa pistol, masih dalam pengejaran.
"Pelaku sudah diamankan, baru satu orang yang menodongkan pisau. Untuk pelaku yang membawa dan menodongkan pistol masih dalam pengejaran," tutur Rifai.
Baca juga:
Terbongkar! Ini Modus Makelar Tanah Tipu Staf Kemenperin Rp 620 Juta
Dia belum bisa memastikan pistol yang digunakan pelaku itu asli atau hanya mainan. "Kita masih dalami, kita akan tangkap pelakunya supaya mengetahui pistol yang digunakan asli atau mainan," ucapnya.
Rifai menegaskan pria berpistol itu bukan personel Polri. "Dipastikan jika orang tersebut bukan anggota polisi," kata Rifai.
Polisi masih menyelidiki motif pelaku mengancam sopir travel gelap. "Dugaan sementara terkait travel gelap, tapi pastinya masih kita dalami," ujar Rifai.
PERANG BACCARAT
BERITA TERKINI